Sedekah Bumi dan Haul Leluhur Dsn.Ngasinan Kepatihan - Menganti - Gresik
Tradisi Haul atau Sedekah Bumi
Tradisi sedekah bumi yang hingga kini dilaksanakan secara
rutin setiap tahun memiliki sejarah yang panjang. Tradisi ini berawal di
sekitar tahun 1590 M atau pada masa akhir pemerintahan Sunan Prapen.
Saat itu Sang Sunan membangun sebuah makam beserta cungkupnya untuk
kakek beliau yang tidak lain adalah Sunan Giri. Dalam proses pembangunan
ini, ia juga melaksanakan upacara penghormatan terhadap kakeknya, para
leluhur, dan para wali atas usaha mereka melakukan perubahan ekonomi,
sosial, dan budaya di Gresik.
Di
sekitar tahun 1965, tradisi haul ini berubah namanya menjadi Wayang
Bumi atau disebut juga Sedekah Bumi. Terdapat mitologi tentang hal ini. Syahdan,
terdapat Buyut Poleng yang tidak lain berasal dari ular-ular yang
menjelma menjadi manusia. Ia muncul untuk menemui seseorang dan menyuruh
penduduk mengadakan Wayang Bumi dengan maksud mengenang Sindujoyo.
Di dusun Sendiri Haul Leluhur atau Sedekah Bumi ini sudah diadakan sejak tahun 2015 dan sampai tahun 2018 pun tetap diadakan acara ini bisa dibilang acara tahunan bagi dusun Ngasinan. Acara ini pun diselenggarakan 1 hari full dari pagi sampai malam. Beragam acara pun di lakukan seperti Karnaval dan Jalan sehat , Doa Bersama , Campursari dan Wayang Kulit.
Tujuan dari Jalan sehat , Doa Bersama , Campursari dan Wayang kulit :
Diadakan Karnaval dan Jalan Sehat sendiri bertujuan untuk mempererat solidaritas dan kerukunan antar warga dusun Ngasinan. Jalan sehat ini juga tidak biasa seperti halnya jalan sehat pada umumnya yang hanya berpakaian seadanya dan mengenakan sepatu " Tidak ! ", tapi warga juga diajak untuk dituntut , ber-ajang kreativitas dengan mengenakan pakaian dari ide masing-masing entah itu dari barang bekas seperti botol,kardus,koran ataupun yang lainya. Saat jalan sehat juga warga ada yang mengarak sebuah patung karya seni yang berasal dari Bali bernama Ogoh-Ogoh.
Doa bersama ini diadakan untuk mendoakan dan meminta doa kepada para leluhur dan kepada allah supaya acara ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun.
Campursari dan wayang Kulit adanya acara ini supaya kita bisa lebih melestarikan budaya yang berasal asli dari tanah jawa dan wayang juga dulu sebagai sarana untuk penyebaran islam ditanah jawa.
Tujuan dari Jalan sehat , Doa Bersama , Campursari dan Wayang kulit :
Diadakan Karnaval dan Jalan Sehat sendiri bertujuan untuk mempererat solidaritas dan kerukunan antar warga dusun Ngasinan. Jalan sehat ini juga tidak biasa seperti halnya jalan sehat pada umumnya yang hanya berpakaian seadanya dan mengenakan sepatu " Tidak ! ", tapi warga juga diajak untuk dituntut , ber-ajang kreativitas dengan mengenakan pakaian dari ide masing-masing entah itu dari barang bekas seperti botol,kardus,koran ataupun yang lainya. Saat jalan sehat juga warga ada yang mengarak sebuah patung karya seni yang berasal dari Bali bernama Ogoh-Ogoh.
Doa bersama ini diadakan untuk mendoakan dan meminta doa kepada para leluhur dan kepada allah supaya acara ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun.
Campursari dan wayang Kulit adanya acara ini supaya kita bisa lebih melestarikan budaya yang berasal asli dari tanah jawa dan wayang juga dulu sebagai sarana untuk penyebaran islam ditanah jawa.
Semoga bisa berkelanjutan sebagai cara melestarikan budaya dan memberi pelajaran kebudayaan kepada generasi muda bahwa INILAH INDONESIA.....💪💪🙏🙏🙏
BalasHapustanpa doa dari unknown ngasinan bukan apa-apa
Hapusterimakasih semoga KHB semakin jaya dan selalu melestarikan kebudayaan